Senin, 21 Mei 2012

KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK


LAPORAN INDIVIDUAL KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK




MEMBANGUN APARATUR NEGARA YANG INOVATIF
DALAM RANGKA MENINGKATKAN KINERJA
TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI KABUPATEN SIAK





DISUSUN OLEH :

NAMA         :    H. LUKMAN, S.Sos. M.Pd.
NDH            :    60
KELAS        :    A
INSTANSI   :    DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SIAK
                     






LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

PROGRAM DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II ANGKATAN XXVI

JAKARTA, 2009



KATA PENGANTAR
 
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayat-Nyalah penulis dapat menyusun Laporan Individual Kajian Manajemen Stratejik ini sesuai kualitas dan kapasitas yang penulis miliki.
Laporan Individual Kajian Manajemen Stratejik ini adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh setiap peserta Diklatpim Tk. II Angkatan XXVI Tahun 2009, dimana didalamnya tertuang kapabilitas setiap peserta dalam mengaplikasikan seluruh agenda pembelajaran Kajian Manajemen Stratejik yang diperoleh selama mengikuti Diklat.
Laporan Individual Kajian Manajemen Stratejik ini mengambil judul  “Membangun Aparatur Negara Yang Inovatif Dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Kabupaten Siak”.
Penulis menyadari bahwa penyusunan Laporan Individual Kajian Manajemen Stratejik ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya diharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan laporan ini.
Mudah-mudahan Laporan Individual Kajian Manajemen Stratejik yang sederhana ini ada manfaatnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Siak sebagai instansi permanen penulis, khususnya penulis sendiri maupun pihak lain yang memerlukannya sebagai referensi.


Jakarta, Juli 2009
Penyusun,




H. Lukman, S.Sos. M.Pd.
NDH : 60


DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR....................................................................................................         i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................        ii
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR...............................................................................       iii

A.   Latar Belakang Permasalahan............................................................................        1
B.   Masalah Pokok.......................................................................................................        3
C.   Analisis dan Pemecahan Masalah.....................................................................       4
1.    Perumusan Visi, Misi, dan Nilai-nilai............................................................        4
2.    Identifikasi Pelanggan dan Stakeholders....................................................        5
3.    Analisis Lingkungan Stratejik........................................................................        6
4.    Analisis Faktor-faktor Stratejik dan Kunci Keberhasilan...........................        8
5.    Perencanaan Stratejik.....................................................................................      11
6.    Perencanaan Kinerja.......................................................................................      13
7.    Implementasi Systems Thinking Pada Manajemen Stratejik....................      14
8.    Implementasi Scenario Planning Pada Manajemen Stratejik...................      17
9.    Implementasi Balanced Score Card Pada Manajemen Stratejik..............      21
D.   Kesimpulan dan Rekomendasi...........................................................................      23
1.    Kesimpulan.......................................................................................................      23
2.    Rekomendasi....................................................................................................      23
Daftar Pustaka..............................................................................................................      25






DAFTAR TABEL

Halaman
1.    Identifikasi Pelanggan dan Stakeholders..........................................................       5
2.    Pencermatan Lingkungan Internal (PLI)............................................................       6
3.    Pencermatan Lingkungan Eksternal (PLE).......................................................       6
4.    Kesimpulan Analisis Faktor Internal (KAFI)......................................................       7
5.    Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal (KAFE).................................................       7
6.    Analisis SWOT........................................................................................................       8
7.    Urutan Pilihan Strategi..........................................................................................       9
8.    Faktor-faktor Kunci Keberhasilan (FKK)............................................................     10
9.    Penetapan Tujuan.................................................................................................     11
10. Rencana Stratejik Tahun 2010-2014 Dinas Pendidikan Kabupaten Siak..     12
11. Rencana Kinerja Tahunan...................................................................................     13
12. Identifikasi Variabel Utama...................................................................................     15
13. Identifikasi Driving Forces (DF)............................................................................     17
14. Matrik Penilaian Driving Forces (DF)..................................................................     18
15. Matrik Balanced Score Card.................................................................................     22
16. Action Plan...............................................................................................................     22


DAFTAR GAMBAR

Halaman
1.    Causal Loop Diagram............................................................................................     15
2.    Hubungan Antar Variabel (Uses Tree)...............................................................     16
3.    Hubungan Antar Variabel (Causes Tree)..........................................................     16
4.    Matrix Scenario Planning......................................................................................     19
5.    Balanced Score Card  Kajian Manajemen Stratejik..........................................     21

 




LAPORAN INDIVIDUAL KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK

A.   Latar Belakang Permasalahan

Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan bidang pendidikan telah membuat kebijakan yang disesuaikan dengan tuntutan regional maupun global yang diselaraskan dengan Otonomi Daerah. Pemikiran ini direalisasikan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjadi dasar kebijakan.
Berlakunya otonomi daerah mulai Tahun 1999 membawa perubahan dan pembaharuan dalam kebijakan pendidikan nasional. Sistem desentralisasi membuka peluang yang sebesar-besarnya bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Siak untuk memainkan peran aktif dalam pembangunan khususnya di bidang pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di Kabupaten Siak.
Keberhasilan pembangunan pendidikan akan terlaksana jika seluruh program-program dilakukan secara terencana, menyeluruh, konsisten dan bertahap. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Siak, melalui Dinas Pendidikan perlu menyusun Rencana Strategis kegiatan pembangunan pendidikan Kabupaten Siak Tahun 2009-2014 di setiap jenjang pendidikan, mulai dari tingkat pendidikan pra-sekolah (pra TK dan TK), Pendidikan Dasar (SD, SDLB dan SMP/MTs, SMPLB), Pendidikan Menengah (SMA, SMK dan Madrasyah Aliyah) dan pendidikan non formal di Kabupaten Siak.
Pemerintah Kabupaten Siak menyadari bahwa untuk menyusun program dan kegiatan pembangunan pendidikan diperlukan kepekaan dari pengelola pendidikan seperti kinerja tenaga pendidik dan kependidikan, mutu pendidikan, mutu penyelenggaraan pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan, dan lain sebagainya.
Dengan memahami permasalahan pendidikan yang dihadapi, maka pada tahap selanjutnya pengelola pendidikan dapat membuat rencana kegiatan pembangunan pendidikan yang mampu menjawab permasalah-permasalahan tersebut.
Pengelola pendidikan, baik di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota dan sekolah akan mampu membuat perencanaan pembangunan pendidikan yang strategis jika didasari pada keadaan yang sebenarnya di lapangan sehingga kegiatan pembangunan pendidikan akan tepat pada sasaran. Untuk itu pengelola pendidikan di Kabupaten Siak perlu mendasari pembuatan rencana strategis pembangunan pendidikan sesuai dengan  keadaan nyata pada saat sekarang (2009) dan pada keadaan yang akan datang (2014).
Selain berdasarkan pada keadaan yang sebenarnya, penyusunan rencana strategis pembangunan pendidikan akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bila dalam proses perencanaannya juga memperhatikan kebutuhan dan aspirasi yang ada di masyarakat sehingga program kegiatan pembangunan pendidikan juga akan menyentuh kebutuhan dan perkembangan yang ada di masyarakat. Untuk itu, penyelenggara pendidikan perlu memberdayakan peran serta masyarakat dalam membangun pendidikan baik melalui keberadaan dewan pendidikan maupun komite sekolah.
Penyusunan perencanaan program kegiatan pembangunan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia melalui dana APBN/APBD dan sumber lainnya. Penyusunan Rencana Strategis ini dapat dijadikan sebagai bahan pemikiran bagi penyelenggara pendidikan untuk mencari alternatif sumber dana lain dalam membiayai program kegiatan, baik yang berasal dari masyarakat maupun lembaga lainnya.
Dengan perencanaan yang terukur, rencana strategis ini dapat menghasilkan program kegiatan pendidikan yang berkesinambungan untuk menyikapi permasalahan-permasalahan bidang pendidikan di Kabupaten Siak sekaligus memenuhi kebutuhan dan aspirasi yang ada di masyarakat.
Membangun aparatur negara yang inovatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak adalah sebagai bahan integral dari pembangunan daerah yang dilaksanakan dalam rangka pendayagunaan organisasi sebagai pokok pemanfaatan pegawai yang dilakukan melalui penyediaan dan pengelolaan SDM secara terencana, rasional, optimal, dan bertanggungjawab sesuai dengan kemampuan daya dukung sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi aparatur secara berkelanjutan.
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program kerja serta agar mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam lingkungan yang terus berubah, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Siak perlu terus melakukan upaya penyesuaian sebagai tindakan proaktif secara cermat dan sistematis dengan membangun aparatur yang inovatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan. Perubahan tersebut disusun dalam tahapan-tahapan yang konsisten dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil.

B.   Masalah pokok

Permasalahan yang dihadapi Dinas Pendidikan Kabupaten Siak dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya adalah
1.    Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan belum memadai.
2.    Belum optimalnya fungsi perencanaan pendidikan khususnya dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan.
3.    Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan.
4.    Terbatasnya tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas.
5.    Masih ada anak putus sekolah dan drop out.
6.    Masih adanya perilaku dan budaya masyarakat yang kurang mendukung program pendidikan.
Dengan mengacu pada permasalahan yang di hadapi di atas, rumusan masalahnya adalah “bagaimana membangun aparatur negara yang inovatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak”.

C.   Analisis dan Pemecahan Masalah

1.    Perumusan Visi, Misi dan Nilai-nilai
a.    Visi
Rumusan visi yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi adalah ”Terwujudnya Kabupaten Siak sebagai pusat pendidikan yang bermutu berteraskan Budaya Melayu di Daerah Siak Tahun 2026.
b.    Misi
Rumusan misi yang berkaitan dengan permasalahan yang di hadapi adalah
1)    Mengembangkan sistem pendidikan yang komprehensif dan terpadu, berorientasi pada kepuasan pelanggan (customers satisfaction)
2)    Memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan.
3)    Mempersiapkan peserta didik untuk memasuki pendidikan lanjutan dan dunia kerja.
4)    Mengembangkan sumber daya pendukung pendidikan sesuai perkembangan iptek dan tuntutan globalisasi.
5)    Membangun budaya organisasi pendidikan yang bercirikan good governance (kepemerintahan yang baik) dan clean government (bebas KKN).
6)    Mendorong lahirnya komitmen yang tinggi untuk percepatan terwujudnya otonomi sekolah.
7)    Membina sekolah kejuruan yang berwawasan Sains, Ekologi, Teknologi, dan Sosial Budaya (SETS).
c.    Nilai-nilai
Nilai-nilai yang dianut untuk mendukung pencapaian visi dan misi adalah
1)    Bekerja dalam kebersamaan jauh lebih baik dari pada bekerja sendiri-sendiri (Togethersness).
2)    Memahami dan ikut merasakan masalah yang dihadapi orang lain (Empathy).
3)    Kesediaan untuk selalu memberikan bantuan secara ikhlas (Assist).
4)    Kesediaan bekerja sama berdasarkan persahabatan atau kooperatif (Willingness).
5)    Berperilaku secara organisasional yang berinteraksi satu sama lain dalam memecahkan masalah yang dihadapi (Organizational).
6)    Menanamkan rasa hormat kepada orang lain, kemantapan pribadi (Integritas).
7)    Mengenali harapan masyarakat dan memenuhi janji secara tepat waktu, menunjukkan rasa hormat kepada semua karyawan, memberikan komitmen dan mendorong partisipasi karyawan dalam pelayanan masyarakat (Responsive).

2.    Identifikasi Pelanggan dan Stakeholders
Tabel 1
Identifikasi Pelanggan dan Stakeholders
Pelanggan Internal
Ekspektasinya
Prioritas
1.     Staf / pegawai
2.     Pengelola Program
3.     Pimpinan
1.     Membangun aparatur negara yang inovatif
2.     Penerapan peraturan secara konsisten dan konsekuen
3.     Visi dan misi yang jelas
4.     Peningkatan alokasi anggaran serta sarana dan prasarana kegiatan
Membangun aparatur negara yang inovatif
Pelanggan  Eksternal
Ekspektasinya
Prioritas
1.     Organisasi Tingkat Pusat
2.     Organisasi Tingkat Provinsi
3.     Organisasi Tingkat Kabupaten/Kota
1.     Peningkatan kemampuan melalui diklat
2.     Pelaksanaan tugas sesuai aturan
3.     Peningkatan/perbaikan sistem
4.     Peningkatan peranserta pihak terkait
Peningkatan kemampuan melalui diklat

Stakeholders
Ekspektasinya
Prioritas
1.     LSM
2.     Tokoh Masyarakat
3.     Tokoh Agama
1.     Tingkatkan kerjasama
2.     Adakan sosialisasi
3.     Penanganan keluhan masyarakat
4.     Adakan tindakan proaktif
Tingkatkan kerjasama

3.    Analisis Lingkungan Stratejik
a.    Pencermatan Lingkungan Internal dan Lingkungan Eksternal (PLI  PLE)
Tabel 2
Pencermatan Lingkungan Internal (PLI)
Pencermatan Lingkungan Internal (PLI)
Kekuatan (Strength)
1.    Dukungan dan komitmen pimpinan
2.    Uraian tugas pokok dan fungsi organisasi yang strategis
3.    Kemauan dan semangat kerja aparatur yang sangat tinggi
Kelemahan (Weaknesses)
1.    Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan belum memadai
2.    Belum optimalnya fungsi perencanaan pendidikan khususnya dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan
3.    Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan

Tabel 3
Pencermatan Lingkungan Eksternal (PLE)
Pencermatan Lingkungan Eksternal (PLE)
Peluang (Opportunities)
1.    Kebijakan Pemerintah Daerah terhadap program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak
2.    Kebijakan pelaksanaan clean government dan good governance
3.    Dukungan dan kerjasama pihak terkait terhadap program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak
Ancaman (Threats)
1.    Terbatasnya tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas
2.    Masih ada anak putus sekolah dan drop out
3.    Masih adanya perilaku dan budaya masyarakat yang kurang mendukung program pendidikan


b.    Kesimpulan Analisis Faktor Internal dan Faktor Eksternal (KAFI & KAFE)
Tabel 4
Kesimpulan Analisis Faktor Internal (KAFI)
Faktor-faktor Internal Stratejik
Bobot
Rating
Skor (Bobot X Rating)
Prioritas
Kekuatan (Strength)
1.    Dukungan dan komitmen pimpinan
2.    Uraian tugas pokok dan fungsi organisasi yang strategis
3.    Kemauan dan semangat kerja aparatur yang sangat tinggi

20
20

15

4
3

3

80
60

45

I
II

III
Kelemahan (Weaknesses)
1.    Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan belum memadai
2.    Belum optimalnya fungsi perencanaan pendidikan khususnya dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan
3.    Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan

20

15


10

4

4


4

80

60


40

I

II


III

100




Tabel 5
Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal (KAFE)
Faktor-faktor Eksternal stratejik
Bobot
Rating
Skor (Bobot X Rating)
Prioritas
Peluang (Opportunities)
1.    Kebijakan Pemerintah Daerah terhadap program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak
2.    Kebijakan pelaksanaan clean government dan good governance
3.    Dukungan dan kerjasama pihak terkait terhadap program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak

20


20

15

4


3

3

80


60

45

I


II

III
Ancaman (Threats)
1.    Terbatasnya tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas
2.    Masih ada anak putus sekolah dan drop out
3.    Masih adanya perilaku dan budaya masyarakat yang kurang mendukung program pendidikan

20

15

10

4

4

4

80

60

40

I

II

III

100



Keterangan Tabel : Untuk memudahkan penarik asumsi diberikan nilai stratejik sebagai berikut :
R (4) : Memiliki Pengaruh Sangat Menonjol, R (3) : Menonjol, R (2) : Tidak Menonjol, R (1) : Paling Tidak Menonjol
Skor tetinggi berarti memiliki pengaruh yang sangat menonjol terhadap kinerja organisasi.


4.    Analisis Faktor-faktor Stratejik dan Kunci Keberhasilan
a.    Analisis SWOT
Tabel 6
Analisis SWOT
K A F I





K A F E
Kekuatan (Strength)
Kelemahan (Weaknesses)
1.     Dukungan dan komitmen pimpinan
2.     Uraian tugas pokok dan fungsi organisasi yang strategis
3.     Kemauan dan semangat kerja aparatur yang sangat tinggi
1.     Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan belum memadai
2.     Belum optimalnya fungsi perencanaan pendidikan khususnya dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan
3.     Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan
Peluang (Opportunities)
Asumsi Stratejik SO
Asumsi Stratejik WO
1.     Kebijakan Pemerintah Daerah terhadap program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak
2.     Kebijakan pelaksanaan clean government dan good governance
3.     Dukungan dan kerjasama pihak terkait terhadap program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak

1.     Manfaatkan dukungan dan komitmen pimpinan dengan adanya kebijakan Pemerintah Daerah terhadap program kerja Dinas Pendidikan untuk membangun aparatur negara yang inofatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak
2.     Manfaatkan uraian tugas pokok dan fungsi organisasi yang strategis dengan adanya kebijakan pelaksanaan clean government dan good governance di bidang pendidikan dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak
3.     Manfaatkan kemauan dan semangat kerja aparatur yang sangat tinggi dengan adanya dukungan dan kerjasama pihak terkait terhadap program kerja Dinas Pendidikan dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak
1.     Meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan dengan memanfaatkan kebijakan Pemerintah Daerah terhadap program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak
2.     Meningkatkan fungsi perencanaan pendidikan khususnya dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan dengan memanfaatkan kebijakan organisasi dalam mewujudkan clean government dan good governance di bidang pendidikan
3.     Meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan peningkatan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan dengan memanfaatkan dukungan dan kerjasama pihak terkait terhadap program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak
Ancaman (Threats)
Asumsi Stratejik ST
Asumsi Stratejik WT
1.     Terbatasnya tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas
2.     Masih ada anak putus sekolah dan drop out
3.     Masih adanya perilaku dan budaya masyarakat yang kurang mendukung program pendidikan
1.     Optimalkan pemanfaatan dukungan dan komitmen pimpinan dalam pelaksanaan tugas untuk mengatasu terbatasnya tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas
2.     Optimalkan pemanfaatan uraian tugas pokok dan fungsi organisasi yang strategis untuk mengatasi masih adanya anak putus sekolah dan drop out
3.     Optimalkan pemanfaatan kemauan dan semangat kerja aparatur yang sangat tinggi untuk mengatasi masih adanya perilaku dan budaya masyarakat yang kurang mendukung program pendidikan
1.     Tingkatkan kinerja dan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan di Kabupaten Siak
2.     Tingkatkan fungsi perencanaan pendidikan khususnya dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan agar dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program wajardikdas guna mengurangi anak putus sekolah dan drop out
3.     Tingkatkan fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan pelaksanaan program pendidikan di Kabupaten Siak

b.    Analisis Strategi Asumsi Pilihan
Tabel 7
Urutan Pilhan Strategi
No
Asumsi Stratejik
Keterkaitan dengan
Urutan
Pilihan Strategi
Visi
Misi
Nilai
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7

1.



2.


3.
Asumsi Stratejik SO  :
Manfaatkan dukungan dan komitmen pimpinan dengan adanya kebijakan Pemerintah Daerah terhadap program kerja Dinas Pendidikan untuk membangun aparatur negara yang inofatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak
Manfaatkan uraian tugas pokok dan fungsi organisasi yang strategis dengan adanya kebijakan pelaksanaan clean government dan good governance di bidang pendidikan dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak
Manfaatkan kemauan dan semangat kerja aparatur yang sangat tinggi dengan adanya dukungan dan kerjasama pihak terkait terhadap program kerja Dinas Pendidikan dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


4

4



4


3

4



3


3

60.I



59.II


58.III

1.

2.


3.
Asumsi Stratejik WO :
Meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan dengan memanfaatkan kebijakan Pemerintah Daerah terhadap program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak
Meningkatkan fungsi perencanaan pendidikan khususnya dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan dengan memanfaatkan kebijakan organisasi dalam mewujudkan clean government dan good governance di bidang pendidikan
Meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan peningkatan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan dengan memanfaatkan dukungan dan kerjasama pihak terkait terhadap program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak

4

4


4

4

4


4

4

4


4

4

4


4

4

4


4

4

4


4

4

4


4

4

4


4

4

4


4

4

4


4

4

4


3

4

3


3

3

3


3

3

3


3

3

3


3

57.IV

56.V


55.VI



1.

2.

3.
Asumsi Stratejik ST :
Optimalkan pemanfaatan dukungan dan komitmen pimpinan dalam pelaksanaan tugas untuk mengatasu terbatasnya tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas
Optimalkan pemanfaatan uraian tugas pokok dan fungsi organisasi yang strategis untuk mengatasi masih adanya anak putus sekolah dan drop out
Optimalkan pemanfaatan kemauan dan semangat kerja aparatur yang sangat tinggi untuk mengatasi masih adanya perilaku dan budaya masyarakat yang kurang mendukung program pendidikan

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

4

3

4

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

54.VII

53.VIII

52.IX

1.

2.


3.
Asumsi Stratejik WT :
Tingkatkan kinerja dan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan di Kabupaten Siak
Tingkatkan fungsi perencanaan pendidikan khususnya dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan agar dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program wajardikdas guna mengurangi anak putus sekolah dan drop out
Tingkatkan fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan pelaksanaan program pendidikan di Kabupaten Siak

4

4


4

4

4


4

4

4


4

4

4


4

4

4


3

4

3


3

3

3


3

3

3


3

3

3


3

3

3


3

3

3


3

3

3


3

3

3


3

3

3


3

3

3


3

51.X

50.XI


49.XII
Keterangan  : Angka 4 = Paling Terkait, Angka 3 = Terkait, Angka 2 = Kurang Terkait, dan Angka 1 = Tidak Terkait


c.    Faktor-faktor Kunci Keberhasilan (FKK)
Setelah melakukan analisis SWOT dan analisis strategi asumsi pilihan, maka dapat disusun Faktor-faktor Kunci Keberhasilan sebagai berikut :
Tabel 8
Faktor-faktor Kunci Keberhasilan (FKK)
URUTAN PILIHAN STRATEGI




















MISI
1.     Manfaatkan dukungan dan komitmen pimpinan dengan adanya kebijakan Pemerintah Daerah terhadap program kerja Dinas Pendidikan untuk membangun aparatur negara yang inofatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak
2.     Manfaatkan uraian tugas pokok dan fungsi organisasi yang strategis dengan adanya kebijakan pelaksanaan clean government dan good governance di bidang pendidikan dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak
3.     Manfaatkan kemauan dan semangat kerja aparatur yang sangat tinggi dengan adanya dukungan dan kerjasama pihak terkait terhadap program kerja Dinas Pendidikan dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak
1.     Mengembangkan sistem pendidikan yang komprehensif dan terpadu, berorientasi pada kepuasan pelanggan (customers satisfaction)
2.     Memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan.
3.     Mempersiapkan peserta didik untuk memasuki pendidikan lanjutan dan dunia kerja.
4.     Mengembangkan sumber daya pendukung pendidikan sesuai perkembangan iptek dan tuntutan globalisasi.
5.     Membangun budaya organisasi pendidikan yang bercirikan good governance (kepemerintahan yang baik) dan clean government (bebas KKN).
6.     Mendorong lahirnya komitmen yang tinggi untuk percepatan terwujudnya otonomi sekolah.
7.     Membina sekolah kejuruan yang berwawasan Sains, Ekologi, Teknologi, dan Sosial Budaya (SETS).
F K K :
1.     Meningkatnya kinerja tenaga pendidik dan kependidikan.
2.     Optimalnya fungsi perencanaan pendidikan khususnya dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan.
3.     Meningkatnya pengadaan fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan.
4.     Bertambahnya jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas.
5.     Berkurangnya anak putus sekolah dan drop out melalui pengembangan pelaksanaan program wajardikdas
6.     Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung program pendidikan.

5.    Perencanaan Stratejik
Tabel 9
Penetapan Tujuan
F K K

















MISI
1.    Meningkatnya kinerja tenaga pendidik dan kependidikan.
2.    Optimalnya fungsi perencanaan pendidikan khususnya dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan.
3.    Meningkatnya pengadaan fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan.
4.    Bertambahnya jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas.
5.    Berkurangnya anak putus sekolah dan drop out melalui pengembangan pelaksanaan program wajardikdas
6.    Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung program pendidikan.
1.    Mengembangkan sistem pendidikan yang komprehensif dan terpadu, berorientasi pada kepuasan pelanggan (customers satisfaction)
2.    Memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan.
3.    Mempersiapkan peserta didik untuk memasuki pendidikan lanjutan dan dunia kerja.
4.    Mengembangkan sumber daya pendukung pendidikan sesuai perkembangan iptek dan tuntutan globalisasi.
5.    Membangun budaya organisasi pendidikan yang bercirikan good governance (kepemerintahan yang baik) dan clean government (bebas KKN).
6.    Mendorong lahirnya komitmen yang tinggi untuk percepatan terwujudnya otonomi sekolah.
7.    Membina sekolah kejuruan yang berwawasan Sains, Ekologi, Teknologi, dan Sosial Budaya (SETS).
T U J U A N :
1.    Meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan.
2.    Meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
3.    Meningkatkan pengadaan sarana dan prasarana serta pemanfaatan sumber daya pendidikan secara optimal.


Tabel 10
Rencana Stratejik Tahun 2010-2014
Dinas Pendidikan Kabupaten Siak

Visi    :   Terwujudnya Kabupaten Siak sebagai pusat pendidikan yang bermutu berteraskan Budaya Melayu di Daerah Siak Tahun 2026
Misi    :   (1) Mengembangkan sistem pendidikan yang komprehensif dan terpadu, berorientasi pada kepuasan pelanggan (customers satisfaction), (2) Memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan, (3) Mempersiapkan peserta didik untuk memasuki pendidikan lanjutan dan dunia kerja, (4) Mengembangkan sumber daya pendukung pendidikan sesuai perkembangan iptek dan tuntutan globalisasi, (5) Membangun budaya organisasi pendidikan yang bercirikan good governance (kepemerintahan yang baik) dan clean government (bebas KKN), (6) Mendorong lahirnya komitmen yang tinggi untuk percepatan terwujudnya otonomi sekolah, (7) Membina sekolah kejuruan yang berwawasan Sains, Ekologi, Teknologi, dan Sosial Budaya (SETS).

Tujuan
Sasaran
Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran
Ket.
Uraian
Indikator
Kebijakan
Program
1
2
3
4
5
6
Meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan.
Meningkatnya kinerja tenaga pendidik dan kependidikan melalui berbagai diklat.
Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan
Peningkatan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan melalui berbagai diklat.
Diklat pengembangan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan.



Meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
Meningkatnya kualitas mutu pendidikan pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan.
Mutu pendidikan
Peningkatan kualitas mutu pendidikan pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan.
Pengembangan mutu pendidikan.

Meningkatkan pengadaan sarana dan prasarana serta pemanfaatan sumber daya pendidikan secara optimal.
Meningkatnya pengadaan sarana dan prasarana serta pemanfaatan sumber daya pendidikan secara optimal.
Sarana dan prasarana
Peningkatan pengadaan sarana dan prasarana serta pemanfaatan sumber daya pendidikan secara optimal.
Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan.





6.    Perencanaan Kinerja
Tabel 11
Rencana Kinerja Tahunan
Tahun 2010

Instansi : Dinas Pendidikan Kabupaten Siak
Sasaran
Program
Kegiatan
Ket.
Uraian
Indikator
Rencana Tingkat Capaian (%)
Uraian
Indikator Kinerja
Satuan
Rencana Tingkat Capaian (%)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Meningkatnya kinerja tenaga pendidik dan kependidikan melalui berbagai diklat.
Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan
100
Diklat pengembangan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan
Diklat Pim, Teknis & Fungsional
Input :
Dana
Output :
Aparatur yang mengikuti diklat
Outcome :
Meningkatkan kinerja tenaga pendidik & kependidikan
Benefit :
Tenaga pendidik & kependidikan yang inovatif dan profesional di bidang tugasnya
Impact :
Efektif dan efisiennya pelaksanaan tugas

Rp.

Orang

%


%


%

..........jt

......

100


100


100

Meningkatnya kualitas mutu pendidikan pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan.
Mutu pendidikan
100
Pengembangan mutu pendidikan.
Meningkatkan kualitas mutu pendidka
Input :
Dana
Output :
Mutu pendidikan
Outcome :
Kualitas mutu pendidikan
Benefit :
Meningkatkan kualitas mutu pendidikan
Impact :
Meningkatnya kualitas mutu pendidikan pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan di Kabupaten Siak

Rp.

%

%

%

%


..........jt

100

100

100

100



Dalam kaitannya dengan manajemen stratejik, ada tiga analisis lain yang dapat digunakan antara lain systems thinking, scenario planning, dan balanced score card.
1.    Implementasi Systems Thinking Pada Manajemen Stratejik
Dengan mengacu pada permasalahan yang ada pada Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, dapat di analisis melalui implementasi systems thinking dengan menggunakan causal loop diagram, guna mendapatkan solusi pemecahan masalah yang komprehensif yang berkaitan dengan peningkatan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan serta peningkatan kualitas mutu pendidikan.
Dibawah ini akan dirumuskan variabel-variabel causal loop diagram dengan mengacu pada permasalahan yang dihadapi.
Variabel Causal Loop Diagram :
a.    Aparatur yang inovatif
b.    Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan
c.    Perencanaan pendidikan
d.    Mutu pendidikan
e.    Sarana dan prasarana
f.     Anggaran pendidikan
g.    Dukungan dan kerjasama
h.    Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan
i.      Wajardikdas
j.      Partisipasi masyarakat

Selanjutnya dari 10 (sepuluh) variabel tersebut di atas, dapat digambarkan hubungan sebab akibat dengan menggunakan causal loop diagram :





















Sumber : Program Vensim
Gambar 1
Causal Loop Diagram
Leverage : Aparatur Yang Inovatif


Tabel 12
Identifikasi Variabel Utama
No.
Variabel
Jumlah
Loop
Panjang Loop
Ranking
Aspek
1.
Aparatur yang inovatif
35
182
I
Teknologi
2.
Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan
33
176
II
Teknologi
3.
Perencanaan pendidikan
22
124
VI
Teknologi
4.
Mutu pendidikan
32
160
III
Teknologi
5.
Sarana dan prasarana
27
129
V
Ekonomi
6.
Anggaran pendidikan
29
145
IV
Ekonomi
7.
Dukungan dan kerjasama
20
12
IX
Sosial
8.
Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan
19
113
VII
Politik
9.
Wajardikdas
13
78
VIII
Teknologi
10.
Partisipasi masyarakat
7
28
X
Sosial
Sumber : Program Vensim
Dari 10 variabel causal loop diagram di atas, setelah dilakukan analisis identifikasi variabel utama dengan penerapan Causal Loop Diagram (CLD) maka yang menjadi variabel utamanya adalah Aparatur Yang Inovatif dengan jumlah loop 35 dan panjang loop 182, variabel Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan dengan jumlah loop 33 dan panjang loop 176, serta variabel Mutu Pendidikan dengan jumlah loop 32 dan panjang loop 160.








Sumber : Program Vensim
Gambar 2
Hubungan Antar Variabel (Uses Tree)











Sumber : Program Vensim
Gambar 3
Hubungan Antar Variabel (Causes Tree)


Dengan mengacu pada analisis masalah melalui causal loop diagram di atas, dapat ditetapkan beberapa alternatif sebagai solusi pemecahan masalahnya adalah
  1. Membangun aparatur Dinas Pendidikan Kabupaten Siak yang inovatif dalam pelaksanaan tugas.
  2. Meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan.
  3. Meningkatkan kualitas mutu pendidikan.

2.    Implementasi Scenario Planning  Pada Manajemen Stratejik
a.    Penentuan FC (Focal Concerm)
Membangun aparatur negara yang inovatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak
b.    Identifikasi Driving Forces (DF)
Dalam identifikasi Driving Forces (DF) ini dilakukan pencermatan lingkungan untuk menentukan kekuatan pendorong melalui curah pendapat, dimana faktor pendorong kekuatan hasil curah pendapat ini dapat dikelompokkan yaitu politik, ekonomi, sosial dan teknologi atau juga dapat dikelompokkan dalam faktor internal (kekuatan dan kelembahan) dan eksternal (peluang dan ancaman), dalam latihan ini digunakan SWOT dengan menjadikan hasil curah pendapat ini sebagai variabel, yaitu :
Tabel 13
Identifikasi Driving Forces (DF)
No.
Aspek
Driving Forces (DF)
1.
Politik
·     Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan
2.
Ekonomi
·     Sarana dan prasarana
·     Anggaran pendidikan
3.
Sosial
·     Dukungan dan kerjasama
·     Partisipasi masyarakat
4.
Teknologi
·     Aparatur yang inovatif
·     Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan
·     Perencanaan pendidikan
·     Mutu pendidikan
·     Wajardikdas



c.    Analisis Hubungan Antara Driving Forces (DF)
Tabel 14
Matrik Penilaian Driving Forces (DF)
No.
Aspek
Driving Forces (DF)
Bobot
Impor-tance
Uncer-
tainty
Jumlah
Score
1
2
3
4
5
6
7
8
1.
Politik
Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan
8
4
4
8
56
2.
Ekonomi
Sarana dan prasarana
8
4
4
8
56


Anggaran pendidikan
10
4
4
8
80
3.
Sosial
Dukungan dan kerjasama
8
4
4
8
56


Partisipasi masyarakat
8
4
4
8
56
4.
Teknologi
Aparatur yang inovatif
13
4
4
8
104


Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan
13
4
4
8
104


Perencanaan pendidikan
10
4
4
8
80


Mutu pendidikan
12
4
4
8
96


Wajardikdas
10
4
4
8
80








Jumlah
100





d.    Pemilihan Driving Forces (DF) Utama
Berdasarkan matrik penilaian Driving Forces (DF) terlihat bahwa ada dua variabel yang memiliki nilai yang tertinggi yaitu Aparatur Yang Inovatif (nilai 104) dan Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan (nilai 104). Dengan demikian, Driving Forces (DF) utama dari scenario planning tentang membangun aparatur negara yang inovatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak adalah Aparatur Yang Inovatif dan Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan.



e.    Penyusunan Scenario Planning
Proses implementasi scenario planning merupakan suatu kegiatan yang memerlukan proses pelaksanaan secara bertahap. Dari berbagai kajian tentang proses penyusunan rumusan scenario planning ternyata tidak ada proses pentahapan yang baku. Maka dari itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Siak mencoba mengimplementasikan scenario planning bervariasi dalam pentahapannya, yaitu :

+
 
Aparatur Yang Inovatif


 








SKENARIO IV
Q4 : Bunga Matahari

Aparatur yang tidak inovatif di bidang tugasnya dan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan yang berintegritas rendah
 


SKENARIO II
Q2 : Bunga Melati

Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan yang berintegritas tinggi, tapi tidak disertai dengan aparatur yang inovatif di bidang tugasnya

 
Kinerja Tenaga Pendidik & Kependidikan







-
 
 


Gambar 4
Matrix Scenario Planning

f.     Metafora dan Ciri-Ciri Kunci Skenario
1)    Skenario I atau Q1 : Bunga Mawar, merupakan dambaan Dinas Pendidikan Kabupaten Siak dengan ciri-ciri aparatur yang inovatif di bidang tugasnya serta tenaga pendidik dan kependidikan yang berintegritas tinggi, sehingga dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
2)    Skenario II atau Q2 : Bunga Melati, dengan fungsi organisasi sebagai perumus kebijakan teknis di bidang pendidikan yang disertai dengan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan yang berintegritas tinggi, namun kurang di dukung oleh aparatur yang inovatif di bidang tugasnya, tentunya akan jadi penghambat peningkatan kualitas mutu pendidikan.
3)    Skenario III atau Q3 : Bunga Kamboja, aparatur yang inovatif di bidang tugasnya, tidak disertai dengan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan yang berintegritas tinggi. Hal tersebut akan menghambat peningkatan kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Siak dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
4)    Skenario IV atau Q4 : Bunga Matahari, yang tidak didambakan sama sekali oleh setiap instansi pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Siak dengan ciri-ciri aparatur yang tidak inovatif di bidang tugasnya, serta kinerja tenaga pendidik dan kependidikan yang berintegritas rendah.

g.    Menyusun Narasi Skenario
Berdasarkan metafora dan ciri-ciri kunci skenario di atas, penulis memilih metafora dan ciri-ciri kunci Skenario I atau Q1 : Bunga Mawar, karena sangat identik dan ideal untuk kondisi Dinas Pendidikan Kabupaten Siak dengan membangun aparatur negara yang inovatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan.

h.    Rekomendasi
Berdasarkan narasi skenario di atas, maka dapat direkomendasikan yaitu perlu membangun aparatur negara yang inovatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak karena sebagai salah satu bahan integral dari pembangunan daerah yang dilaksanakan dalam rangka pendayagunaan organisasi sebagai pokok pemanfaatan pegawai yang dilakukan melalui penyediaan dan pengelolaan SDM secara terencana, rasional, optimal, dan bertanggungjawab sesuai dengan kemampuan daya dukung sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi aparatur dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan secara berkelanjutan.

3.    Implementasi Balanced Score Card  Pada Manajemen Stratejik
a.    Balanced Score Card
Balanced Score Card digunakan hampir seluruhnya dalam proses penyusunan rencana kegiatan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Siak. Tahapan penyusunan rencana kegiatan pada dasarnya meliputi perumusan perencanaan stratejik, penyusunan program, penyusunan anggaran, implementasi serta pemantauan dan pengendalian.


 




















Gambar 5
Balanced Score Card  Kajian Manajemen Stratejik


Tabel 15
Matrik Balanced Score Card
Perspektif
Peta Strategi
Bobot
(%)
Sasaran Strategi
KPI (Key Performance Indicator)
Target
(%)
Realisasi
(%)
Score
(%)
Strategic Initiatives (Action Plan)
Pelanggan

Meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan








 


20
Meningkatnya kualitas mutu pendidikan pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan
Peningkatan kualitas mutu pendidikan pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan
80
70
28
Pengemba-ngan mutu pendidikan
Proses
Internal

Meningkatkan
kualitas mutu pendidikan







 


30
Meningkatnya kinerja tenaga pendidik dan kependidikan melalui berbagai diklat
Peningkatan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan melalui berbagai diklat
95
93
29,5
Diklat pengemba-ngan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan
Learning
dan
Growth

Meningkatkan
kinerja aparatur yang inovatif dan profesional di bidang tugasnya








 


30
Meningkatnya kinerja aparatur yang inovatif dan profesional di bidang tugasnya
Peningkatan kinerja aparatur yang inovatif dan profesional di bidang tugasnya
95
93
29,5
Membangun aparatur yang inovatif dan profesional di bidang tugasnya
Financial

Meningkatkan pengadaan sarana dan prasarana serta pemanfaatan sumber daya pendidikan
secara optimal

20
Meningkatnya pengadaan sarana dan prasarana serta pemanfaatan sumber daya pendidikan secara optimal
Peningkatan pengadaan sarana dan prasarana serta pemanfaatan sumber daya pendidikan secara optimal
80
70
28
Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan


100






Keterangan :
Penentuan score dapat ditetapkan melalui melalui rumus :
Target x Realisasi
                                = Score
         Bobot

b.    Action Plan
Tabel 16
Action Plan
Action Plan
Tahun 2010 Bulan ke
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1.    Pengembangan mutu pendidikan











2.    Membangun aparatur yang inovatif dan profesional di bidang tugasnya











3.    Diklat pengembangan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan









4.    Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan















D.   Kesimpulan dan Rekomendasi
1.    Kesimpulan
Dengan mengacu pada analisis dan pemecahan masalah melalui penerapan kajian manajemen stratejik, maka dapat disimpulkan :
a.    Membangun aparatur negara yang inovatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak adalah sebagai bahan integral dari pembangunan daerah yang dilaksanakan dalam rangka pendayagunaan organisasi sebagai pokok pemanfaatan pegawai yang dilakukan melalui penyediaan dan pengelolaan SDM secara terencana, rasional, optimal, dan bertanggungjawab sesuai dengan kemampuan daya dukung sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi aparatur secara berkelanjutan guna mewujudkan pengembangan kualitas mutu pendidikan pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan.
b.    Adanya upaya memecahkan permasalahan yang dihadapi dengan menerapkan substansi kajian pembelajaran manajemen stratejik dengan membangun aparatur negara yang inovatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Siak.
c.    Rintisan terobosan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Siak adalah meningkatkan kinerja aparatur yang inovatif dan profesional di bidang tugasnya dan perubahan pola pikir (shift of mind) untuk dapat mengembangkan kualitas kerja dalam pelaksanaan tugas di bidang pendidikan.
2.    Rekomendasi
Berdasarkan analisis dan pemecahan masalah pada lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, dapat  direkomendasikan sebagai bahan pemecahan masalah yang harus segera di tindak lanjuti yaitu :
a.    Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program kerja serta agar mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam lingkungan yang terus berubah, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Siak perlu terus melakukan upaya penyesuaian sebagai tindakan proaktif secara cermat dan sistematis dengan membangun aparatur yang inovatif dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan. Perubahan tersebut disusun dalam tahapan-tahapan yang konsisten dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil.
b.    Untuk dapat menyusun program dan kegiatan pembangunan pendidikan, diperlukan kepekaan dari pengelola pendidikan seperti kinerja tenaga pendidik dan kependidikan, mutu pendidikan, mutu penyelenggaraan pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan, dan lain sebagainya.


















DAFTAR PUSTAKA

Bahan-bahan Ajar, 2009, Modul Kajian Manajemen Stratejik, Diklatpim Tk. II Angkatan XXVI, LAN-RI, Jakarta.

H. Achmad DK, 2005, Manajemen Strategis, LAN-RI, Jakarta.

Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

James B. Whittaker, 1995, Proses Manajemen Stratejik, Jakarta.

Profil, 2009, Dinas Pendidikan, Kabupaten Siak.

Salusu, J. 1996. Pengambilan Keputusan Stratejik, P.T. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah,  2004, LAN-RI, Jakarta.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar